Author Topic: Bahasa Indonesia; U.S. Imperial Ambitions in the Balkans  (Read 2031 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline elvis

  • Moderator
  • *****
  • Posts: 45
  • Gender: Female
  • I Am Free
Bahasa Indonesia; U.S. Imperial Ambitions in the Balkans
« on: August 18, 2012, 16:07:18 PM »
"This article has been translated by a volunteer translator. Neither WL  or The Official WikiLeaks Forum shall be held accountable for errors.  The reader is welcome to check him/herself the original source linked  below, and to comment if there is an error or misinterpretation. If an  error is identified we shall endevour to correct it"

Original URL: http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=31947
Forum URL: http://www.wikileaks-forum.com/index.php/topic,13447.0.html

July 31, 2012       
   
U.S. Imperial Ambitions in the Balkans
Ambisi Imperial AS di Balkan

Oleh John Robles

   
Global Research, July 17, 2012

     
Kebijakan AS di Balkan: Ambisi Imperial atau isu miring yang tidak penting?

Banyak pertanyaan seputar tentang apa alasan sesungguhnya pengeboman NATO dan AS ke Yugoslavia dulu. Apakah itu sebuah uji coba sebuah rencana yang lebih besar untuk mendominasi dunia? Apakah itu sebuah langkah politik untuk mengalihkan perhatian dari perselingkuhan seorang Presiden AS? Baru baru ini situs Wikileaks mulai mempublikasikan email email Stratfor, beberapa diantaranya mengandung bombshells, lainnya adalah pandangan ke dalam seringnya pemikiran putar balik dibelakang kebijakan AS. Andalah yang memutuskan tentang apakah ini.

Belakangan ini ketika melihat lihat beberapa informasi di situs Wikileaks, seperti halnya banyak jurnalis lakukan, mencoba menemukan sesuatu yang menarik atau mungkin sebuah bombshell, Saya tiba pada sebuah e-mail  mengenai sebuah artikel oleh pendiri, CEO dan kepala intelijen  dari perusahaan intelijen swasta Stratfor.

Aslinya dapat dibaca disini : http://wikileaks.org/gifiles/docs/299114_geopolitical-intelligence-report-russia-kosovo-and-the.html

Alasan Stratfor adalah sebuah organisasi untuk dilihat, menurut pendapat saya, karena mereka menyediakan intelijen bagi individual dan perusahaan di seluruh dunia yang digunakan untuk pelaksanaan kebijakan dan pembentukan rencana dan tujuan. Kedua point tersebut dan fakta bahwa Stratfor memiliki, atau setidaknya ingin anda untuk mempercayai bahwa mereka memiliki, hubungan dekat dengan komunitas intelijen AS memungkinkan pengamat untuk dapat melihat pemikiran yang digunakan yang digunakan dalam perumusan kebijakan AS dan atau aktivitasnya.

Sebagai bagian yang saat ini dipublikasikan pada situs mereka menunjukkan bahwa Stratfor tidak menyembunyikan ambisi imperial AS atau rencananya untuk mendominasi dunia, yang membawa saya kembali kepada subjek dari email yang saya sebutkan diatas. Artikel oleh George Friedman, tentang email  yang ditulis, sangat mengganggu karena menggambarkan secara terbuka, terus terang dan sikap arogan kebijakan AS terhadap Kosovo, Balkan dan Yugoslavia dulu.

Artikel itu sendiri dituis pada bulan Desember 2007 namun masih cukup mengungkapkan untuk menjadi sejarah penting sebagaimana menunjukkan sikap AS terhadap Rusia juga, selama waktu ketika Rusia menerima AS dengan ( karena tidak ada ekspresi yang lebih baik ) tangan terbuka.

Klaim pertamanya mengenai Kosovo, adalah bahwa itu sebuah “topic kuno”, ia juga mengatakan itu tidak dianggap serius dan bahwa anda”…..mendengar tentang hal ini namun anda tidak peduli.” Ini jelas merupakan titik bahwa rakyat Serbia akan memiliki masalah dan jelas menunjukkan sikap meremehkan terhadap keseluruhan konflik.

Komentarnya terhadap Rusia tidaklah lebih baik dan ia menyatakan hal tersebut pada saat kampanye Yugoslavia, Rusia lemah dan keinginannya tidak relevan. Ia melanjutkan untuk menggambarkan bagaimana AS sengaja berbohong kepada Rusia sehingga Rusia mau mengakhiri perang yang dimulai oleh AS, dan rupanya tidak berdaya untuk berhenti, dengan menjanjikan Rusia peran sebagai penjaga perdamaian di Kosovo dimana AS tidak pernah diijinkan. Ia juga mengulangi bagaimana peristiwa di Kosovo “terbang dalam menghadapi Rusia” seolah olah ini saja adalah alasan yang cukup untuk apa yang mereka lakukan di Serbia.

Mr. Friedman melanjutkan dengan mengakui bahwa yang disebut “kekejaman” yang seharusnya terjadi di Kosovo dan apa yang dikatakan oleh pemerintahan Clinton adalah semua rekayasa dan “bukan itu intinya”. Lalu Apa intinya? Intinya adalah AS dan NATO mempunyai rencana geopolitik untuk Balkan dan diset untuk membagi dan membentuk kembali wilayah tersebut untuk keuntungan mereka sendiri atau seperti yang Mr. Friedman  tempatkan “melanjutkan kebijakan re-engineering Yugoslavia”

Mengenai mendukung kemerdekaan Kosovo ia mengakui dengan sangat jelas bagaimana AS dan NATO ( KFOR ) beroperasi”……tanpa mandat PBB atau NATO.”

Arogansi tersebut berlanjut dengan opini opini yang disajikan sebagai fakta mengenai Rusia dan pemikiran atau kepercayaan Rusia. Mr.Friedman juga membuat beberapa pernyataan dan mengklaim mengenai apa  yang dipikirkan atau dirasakan Presiden Vladimir  Putin seolah olah ia memiliki akses ke Presiden melalui pikiran atau emosinya. Sesuatu yang sangat tidak pantas ketika berbicara tentang seorang kepala negara, seorang pemimpin yang sangat jelas sang penulis tidak tahu apa apa mengenainya.

Potongan berakhir dengan berikut san saya kutip,”Tapi ini adalah fakta dasar: Untuk Amerika Serikat dan sekutunya, Kosovo adalah isu miring yang tidak penting.” Saya yakin bahwa bagi rakyat Serbia, yang memandang Kosovo sebagai bagian Integral yang sangat penting dari warisan dan negara mereka, pernyataan dan pemikiran seperti itu akan menyebabkan peringatan, untuk sedikitnya.

Baik Mr. Friedman ataupun Stratfor merespon terhadap permintaan untuk komentar komentar atau wawancara sehubungan pertanyaan pertanyaan mengenai email.

http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=31947
« Last Edit: August 18, 2012, 16:13:27 PM by elviraismoyo »
elvis