Author Topic: BAHASA INDONESIA; US Firm Encourages 'Fist and Open Hand' in Syria  (Read 1734 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline elvis

  • Moderator
  • *****
  • Posts: 45
  • Gender: Female
  • I Am Free
"This article has been translated by a volunteer translator. Neither WL  or The Official WikiLeaks Forum shall be held accountable for errors.  The reader is welcome to check him/herself the original source linked  below, and to comment if there is an error or misinterpretation. If an  error is identified we shall endevour to correct it"

Forum URL: http://www.wikileaks-forum.com/index.php/topic,12786.0.html
Original URL: http://english.al-akhbar.com/content/us-firm-encourages-fist-and-open-hand-syria

Perusahaan AS mendukung 'Tangan Terkepal dan Terbuka' di Syria

US Firm Encourages ‘Fist and Open hand’ in Syria

Sekretaris Negara AS Hillary Rodham Clinton mendengarkan selama pertemuan dengan “Kawan kawan Rakyat Suriah” pada di MFA Conference Centre 6 July 2012 di Paris, Perancia. ( Photo : AFP – Brendan Smialowski )

Dipublikasikan Minggu, July 8, 2012

Pada 19 Mei 2011, sebuah memorandum berjudul “Analisa Krisis Komunikasi telah diforwar d oleh xxxxxxx, sebuah account yang tampaknya sering digunakan oleh Presiden Syria Bashar al-Assad, kepada Mentri Urusan kepresidenan Syria Mansour Azzam. Memo tersebut ditanda tangani oleh Brown Llyod James (BJL) , sebuah Perusahaan strategi komunikasi global yang sangat kuat yang disewa oleh rezim untuk memperbaiki citranya.
Perusahaan komunikasi ini awalnya mengirimkan memo kepada Farres Kallas, Direktur Proyek dan Inisiatif pada kantor sang First Lady, Asma al-Assad. Memo tersebut merinci  penaksiran mengenai situasi di Syria dan memberikan rekomendasi tentang bagaimana mengatasi pemberontakan sudut komunikasi. BJL didirikan oleh Peter Brown, sekarang sebagai CEO, dan Sir Nicholas Lloyd, sekarang pimpinan, sejak 1997 di New York dan London. Mike Holtzman adalah Presiden Perusahaan yang sekarang.

BJL memiliki tiga “kantor cabang” yang berbasis di New York, London dan Doha, dengan “pusat strategi” di Washington DC, Ho Chi Minh City, Rome, Frankfurt, Paris, Moscow dan Madrid. Halaman “Mengenai BJL” pada websitenya mengatakan : “Brown Llyod James dimanage oleh kelompok elite mantan eksekutif berita terkenal, level atas Gedung Putih dan penasihat politik Downing Street, tokoh penting eksekutif industry hiburan dan orang orang berpengalaman di Urusan Internasional. Staf kami pernah berada di tangan kanan para presiden, perdana mentri, tokoh media – dan ya, bahkan The Beatles.

Sejumlah klien terkemuka bertaraf internasional pernah diwakili oleh BJL, termasuk Kerajaan Morocco, Muamar Gaddafi, The Qatar Foundation, The Tony Blair faith Foundation, The City Of London, dan The Iraqi Ministry of Interior. Terlibat juga dalam sejumlah kampanye sukses termasuk kemenangan Qatar untuk menjadi Tuan Rumah bagi FIFA World Cup 2022 dan peluncuran al-Jazeera berbahasa Inggris di AS. Tahun lalu, perusahaan ini terlibat dalam mempercantik citra rezim Assad di dunia Barat melalui berbagai proyek , dimulai dengan penggambaran mengenai Asma al-Assad di majalah Vogue yang dipublikasikan pada February 2011. Vogue telah menghapus article tersebut dari arsipnya setelah menerima sejumlah kritik.
Pada mei 2011, memorandum BJL menawarkan sebuah tuntunan pada anggota klik politik Syria di Rezim untuk memperbaharui citra mereka  dan memperbaiki pesan pesan mereka, sebagai upaya militer untuk mengatasi pemberontakan. Lebih dari itu, di dalam memo tersebut tertulis juga untuk kemungkinan kampanye pencitraan dan kegiatan sosial yang dapat menghidupkan kembali citra rezim melalui proses ini. Dimulai dengan mencatat bahwa “Administrasi Obama menginginkan kepemimpinan Suriah agar tetap bertahan”. Namun memahami bahwa posisi pemerintahan Amerika telah berubah dari waktu ke waktu.
 Diikuti sebuah penilaian singkat terhadap bagaimana para pemimpin politik Suriah menangani pemberontakan , hanya didasarkan atas kemampuan berkomunikasinya: “ Suriah memiliki ketidakseimbangan pada pendekatan komunikasinya semenjak awal krisis,” tertulis. “Jika tindakan keras diperlukan untuk memadamkan pemberontakan, tindakan lunak diperlukan untuk meyakinkan orang-orang Suriah dan penonton di luar bahwa reformasi berjalan dengan cepat, keluhan yang sah sedang ditangani dan dianggap serius, dan bahwa tindakan Suriah pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan di mana perubahan dan kemajuan dapat berlangsung.”
BJL memperingatkan bahwa agenda reformasi kepemimpinan telah dipandang sebagai kurangnya rasa kepemilikan dan sepertinya “mengambil kembali kursi belakang untuk krisis politik segera”. Jadi hasilnya kemungkinan besar akan terus menjadi “resep untuk kegelisahan dan ketidakstabilan ke depan” di lingkungan domestic, sementara memberanikan kritik dan memperkuat mereka yang tidak mempercayai ketulusan reformasi “ bagi yang diluar Suriah.

Karenanya, memo BJL merekomendasikan keseimbangan antara “kedua tangan” dari rezim: “Hukum dan undang undang adalah tangan yang terkepal ( tinju ). Reformasi adalah tangan yang terbuka. Saat ini tinjulah yang diperlihatkan kepada dunia luar dan kemungkinan untuk banyak orang Suriah, seolah-olah itu adalah sepuluh kali lebih besar dari telapak terentang. Mereka harus dibawa kepada keseimbangan yang lebih baik.

“Jangkauan orientasi reformasi haruslah ditingkatkan secara dramatis, di dalam dan luar negri, atau kredibilitas dari upaya ini – dan kuncinya adalah popularitas dan daya tarik Presiden di kalangan masyarakat – akan dikurangi. Memfokuskan kembali persepsi orang luar dan rakyat Suriah pada reformasi akan memberikan perlindungan politik pada umumnya simpati dari Pemerintah AS, dan akan mendelegitimasi kritik dari dalam dan luar negri.” Supaya hal ini terjadi, perusahaan membuat lima rekomendasi strategis untuk mengatasi kegagalan PR rezim. Ini termasuk mengeksploitasi citra Bashar dan Asma melalui beberapa cara seperti perjalan yang tidak diumukan dan rencana padat pertemuan public bersama keluarga dan kalangan muda, serta memanfaatkan janji reformasi pada kondisi stabil dan menempatkan kepercayaan yang kuat di masa mendatang.

Lebih dari itu, direkomendasikan pula bahwa akuntabilitas administrasi yang memegang angkatan bersenjata dan keamanan akan dibuat “sangat public, tranparan dan menunjukkan hukuman/memecat/mengumumkan anggota pasukan yang tidak mematuhi perinta Assad” untuk tidak menembak rakyat sipil, untuk menggambarkan suatu rasa keadilan dan menunjukkan keseriusan untuk mereformasi. Selain itu, dianjurkan pula untuk membangun system monitor media 24 jam yang dapat mengatasi cerita negative terhadap rezim

Akhirnya, perusahaan menekankan bahwa’ “harus dilakukan upaya untuk menyampaikan ‘kenormalan’ untuk membuat kontras berita berita terbaru yang menggambarkan Suriah sedang berada di ambang kekacauan. “ Memorandum diakhiri dengan menasihati pimpinan politik “untuk terus memperlihatkan kepercayaan diri dan bahwa krisis telah berkurang.” Intinya, memo itu menyarankan kepada rezim Assad untuk merubah pesan pesannya dalam rangka meyakinkan dunia internasional dan rakyat Suriah bahwa ‘kesalahan’ dan rezim sedang berusaha untuk merubahnya jika diberikan kesempatan.
Ini bukanlah terakhir kalinya BJL dan rezim Assad berhubungan. Menurut salah satu cache di email Assad yang diterima oleh The Guardian di awal tahun ini, Mike Holtzmanpernah  melakukan kontak dengan seorang ajudan pimpinan Suriah pada Januari 2012, yang mana disitu ia menyatakan bangga atas event PR yang sukses membuat kunjungan mendadak Assad dan istrinya ke demonstrasi pro-rezim.
« Last Edit: January 22, 2013, 11:13:37 AM by isis »
elvis