Author Topic: Bahasa Indonesia; Wikileaks: Italian firm sold Syria secure radios as crackdown  (Read 1744 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline elvis

  • Moderator
  • *****
  • Posts: 45
  • Gender: Female
  • I Am Free
This article has been translated by a volunteer translator. Neither WL  or The Official WikiLeaks Forum shall be held accountable for errors.  The reader is welcome to check him/herself the original source linked  below, and to comment if there is an error or misinterpretation. If an  error is identified we shall endevour to correct it"

Forum URL: http://www.wikileaks-forum.com/index.php/topic,12729.0.html
Original URL: http://arstechnica.com/tech-policy/2012/07/wikileaks-italian-firm-sold-syria-secure-radios-as-crackdown-raged/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter&utm_campaign=Feed%3A+arstechnica%2Findex+%28Ars+Technica+-+All+content%29

Original Title: Wikileaks: Italian firm sold Syria secure radios as crackdown raged

Wikileaks : Perusahaan Italia menjual radio keamanan Suriah dengan harga yang murah.

Sanksi dari Perusahaan perusahaan bekerja disekitar sanksi AS dan Uni Eropa, membangun sebuah jaringan keamanan "darurat".

oleh:  Sean Gallagher -  5 July 2012, 6:50pm GMTDT

Selagi AS dan Eropa meningkatkan sanksi berat kepada Syria, perusahaan perusahaan tekhnologi  barat masih saja bekerja dengan rezim Assad dan entitas pemerintahan Suriah. Ini menurut email email yang diperoleh Wikileaks, tertanggal mulai 2006 hingga Maret 2012. Email email ini sekarang sedang dipublikasikan secara berkala oleh Wikileaks, semuanya melalui website Wikileaks dan melalui organisasi organisasi pemberitaan.

Gelombang pertama dokumen dokumen yang dirilis – 25 telah keluar lebih dulu dari dua juta email yang diperoleh Wikileaks yang terfokus pada penjual jaringan dan system intregasi SELEX di Italy ( anak perusahaan Finmeccanica –yang, kebetulan, juga mempunyai Agusta, pabrik helicopter yang terkait juga dengan pembuatan helicopter tempur Z-10 China )dan jaringan intregator Intracom Yunani. Email email yang mewakili kedua perusahaan tersebut dipublikasikan oleh Wikileaks untuk memperlihatkan bagaimana mereka bekerja disekitar tokoh tokoh pengetatan politik atas sanksi perdagangan untuk melakukan join dalam proyek di Suriah sampai selesai. Proyek itu? Sebuah perangkat lunak sekuriti jaringan radio untuk pemerintah Suriah yang berbasis pada perangkat keras jaringan radio gurita TETRA Selex.

VS-3000 dan AS-3000 mobile TETRA transceivers, dikirimkan dibawah sebuah kontrak – seperti yang telah diiklankan sebagai jaringan “perlindungan publik”  untuk tanggapan pada keadaan darurat dan bencana – menyediakan mobile voice dan data untuk kendaraan darat, kegiatan patrol pantai, dan pesawat tertaut dengan grid stasiun bumi nasional terkoneksi dengan jaringan serat optik. Tapi semenjak Mei tahun lalu, proyek ini semakin berkembang dari harga 40 juta euro hingga bertambah 25 persen. Tanda terima di bulan Februari untuk proyek ini menjadi total lebih dari 66 juta euro. Ekspansi ini datang ketika pemerintah Suriah meminta enskripsi TEA3 untuk system radio dan mulai menggunakannya di kepolisian.

Kerjasama antara kedua perusahaan tersebut terus berlanjut selama terjadi kekerasan penindasan terhadap para pembangkang hingga bulan February tahun ini. Ini termasuk perjalanan tenaga ahli SELEX ke Damascus untuk membantu instalasi radio dan aksesories ( beberapa dibawa sendiri oleh sang tenaga ahli. Dan selama proyek berlangsung, SELEX berlanjut dengan berbagai cara bagi alternatif untuk menyediakan komponen komponen bagi proyek dikarenakan sanksi yang mulai membuat banyak masalah dengan rantai pasokan perusahaan.

Perlengkapan SELEX turun ke area abu abu ketetapan pembatasan oleh Uni Eropa di September 2011 – sanksi mengijinkan pelayanan telekomunikasi, tetapi melarang export perangkat keras dan perangkat lunak yang memiliki spesifikasi aplikasi militer. Namun, di dalam kontrak, secara resmi diisukan oleh Suriah Wireless Organization, telah ditanda tangani oleh Imad Abdul-Ghani Sabbouni ( Mentri Komunikasi Suriah ). Sabbouni secara individu namanya telah tercatat dalam sanksi Uni Eropa pada Februari 2012 karena terlibat dalam tindak mensensor dan memonitor akses internet warga Suriah. Meskipun secara teknis tidak melanggar sanksi Uni Eropa ( paling tidak hingga February ), tapi tetap ada masalah untuk mengekpor perlengkapan.

Perusahaan juga harus bekerja disekitar larangan AS untuk pengiriman tekhnologi ke Suriah, karena banyak  konektor dari perlengkapan serat optic yang dipesan Suriah telah diproduksi di AS. Dalam email sejak Oktober 2011, SELEX Program Manager Simone Bonechi dan Intracom Suriah TETRA Project Manager Mohammad Shoorbajee mendiskusikan keterlambatan pengiriman serat optic  backbone gear disebabkan oleh larangan larangan tersebut – khususnya pasangan kabel kabel untuk optik “helicopter” yang digunakan untuk memodulasi cahaya yang ditransmisikan melalui serat optic backbone.Shoobajee menulis, “Para pelanggan menjadi sangat curiga bahwa kami tidak mengirimkan kabel kabel itu. Apakah anda ingin merekomendasikan agar saya berkata sesuatu kepada mereka?”

Bonechi merespon bahwa ada penundaan disebabkan “kami harus mengurus suatu masalah yang tak terduga dengan beberapa connector, bagian dari barang barang yang dikirimkan, yang diproduksi di AS. “SELEX bergegas  untuk menemukan beberapa pemasok connector alternative , sebagaimanan dilaporkan oleh Shoorbajee bahwa perwakilan SWO’s “semakin hari semakin kuatir” bahwa embargo akan menghentikan kelangsungan proyek.

Di dalam pernyataan yang menyertai dokumen dokumen ini, Wikileaks mengatakan bahwa file file “mengungkapkan bagaimana Barat dan Perusahaan Perusahaan Barat mengatakan suatu hal dan melakukan hal yang sebaliknya.”  File file tambahan akan dirilis secara bertahap dalam jangka waktu dua bulan.


« Last Edit: July 22, 2012, 18:53:36 PM by Green »
elvis