Author Topic: Bahasa Indonesia ; Kevin Gosztola - WikiLeaks Releases the Syria Files  (Read 2533 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline elvis

  • Moderator
  • *****
  • Posts: 45
  • Gender: Female
  • I Am Free
This article has been translated by a volunteer translator. Neither WL  or The Official WikiLeaks Forum shall be held accountable for errors.  The reader is welcome to check him/herself the original source linked  below, and to comment if there is an error or misinterpretation. If an  error is identified we shall endevour to correct it"

WLF URL: http://www.wikileaks-forum.com/index.php/topic,13175.0.html
Original URL: http://dissenter.firedoglake.com/2012/07/05/wikileaks-releases-the-syria-files/


Kevin Gosztola - WikiLeaks Releases the Syria Files

Kevin Gosztola – Wikileaks Merilis Syria Files

Wikileaks, yang dikenal karena merilis video “Collateral Murder”,  catatan perang Afghan dan Iraq dan telegram Kedutaan Besar Amerika, mulai merilis Syria Files. File file tersebut, menurut organisasi media, terdiri lebih dari dua juta email “figure politik Suriah, kementrian dan gabungan perusahaan, tertanggal mulai Agustus hingga Maret 2012.

Pimpinan redaksi Julian Assange mengatakan ,”material yang ada sangat memalukan bagi Suriah, juga memalukan bagi lawan lawan Suriah. Hal ini membantu kita untuk tidak hanya mengkritik salah satu group atau yang lainnya, tetapi juga mengerti akan kepentingan, tindakan dan pikiran mereka. Hanya dengan memahami konflik ini maka kita bisa berharap untuk dapat mengatasinya.

Salah satu dari cerita pertama yang diangkat dari rilis ini dilansir oleh L’Espresso dari Italia bahwa perusahaan raksasa Italia Finmenicca dibantu oleh rezim Presiden Bashar al-Assad dalam beberapa bulan terakhir. Finmenicca milik perusahaan sent system Selex Communication yang mencakup TETRA dan teknologi untuk helicopter.

Sebuah perusahaan Yunani yang dikenal sebagai Intracom diduga terlibat juga.  Mereka mengirimkan pesanan 500 perangkat radio mobile dari Selex untuk polisi Suriah untuk dipergunakan di Muadamia beberapa hari setelah pemberontakan dimulai pada Mei 2011.

Diketahui bahwa helicopter telah dipergunakan untuk menyerang atau menembaki rakyat Suriah. Selain itu, pengiriman teknologi komunikasi telah ditanda tangani oleh Italia pada kontrak yang disepakati sebelum terjadi pemberontakan di Suriah.

TETRA adalah singkatan dari : “Terrestrial Trunked Radio.” Ini adalah standart Eropa untuk komunikasi digital. Menurut Nokia, perusahaan komunikasi multinasional milik Finlandia:

        TETRA dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang paling banyak diminta oleh para pengguna radio professional untuk melakukan komunikasi cepat dari radio satu ke radio lainnya atau ke banyak radio menggunakan suara dan data dalam pekerjaan mereka sehari hari. Pengguna biasanya adalah organisasi keamanan dan keselamatan public seperti polisi, pemadam kebakaran dan tim penyelamat, pelayanan ambulans, penjaga perbatasan, dan pengguna selular professional lainnya seperti perusahaan transportasi, pelayanan kurir, bandara, dan lain lain.

Publico, berbasis di Spanyol, mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya Finmenicca menyediakan system TETRA untuk sebuah rezim yang mempergunakan teknologi untuk tujuan repressi. Pada tahun 2007, menurut Publico, Finmenicca menjual $8.2 juta untuk peralatan radio kepada Mentri Dalam Negri Iran untuk satuan kepolisian di Isfahan dan Mashhad. Hal ini menyebabkan perselisihan dengan diplomat AS dan menjelang rencana penjualan, Simone Bemporad, Senior Vice President untuk Relasi media dan Urusan Internasional, dan Camillo Pirozzi, Pimpinan Urusan Publik di Institutional Relations Department Finmenicca, bertemu untuk menginformasikan kepada pemerintah AS mengenai ketertarikan Finmenicca menawarkan kontrak untuk menyediakan peralatan komunikasi untuk satuan polisi di dua kota di Iran. Perwakilan Finmenicca mengatakan mereka meminta diadakan pertemuan darurat untuk mencegah adanya kesalahpahaman dengan USG ( United States Government ) – yang membuat peka dalam berurusan dengan Iran pada saat itu – dan untuk menjamin bahwa kepentingan bisnis mereka di AS tidak terpengaruh oleh kemungkinan penanaman investasi Finmenicca di Iran. ( Insiden ini terungkap pada tahun 2011 ketika telegram Kedutaan Besar AS dirilis )

Data berasal dari “680 entitas atau nama domain yang terkait dengan Syria, termasuk Kementerian Urusan Kepresidenan, Luar Negeri, Keuangan, Informasi, Transportasi dan Budaya.” Semua email tersebut mencakup periode Agustus hingga Maret 2012. Kesemuanya menunjukkan mengenai apa yang telah terjadi dengan Syria sehingga sebanyak 6.000 – 15.000 orang mati terbunuh disana dalam 18 bulan terakhir. Dan organisasi ini mengklaim bahwa mereka tidak hanya menunjukkan bagaimana pengoperasian ekonomi dan pemerintahan Suriah namun juga bagaimana dunia Barat dan Perusahaan Perusahaan Barat “mengatakan satu hal dan melakukan hal yang sebaliknya”.

Organisasi ini memberikan konperensi pers singkat di Frontline Club di London pagi ini. Sarah Harison menyampaikan rilis kepada pers. Ia mengumumkan media yang telah bergabung bersama Wikileaks untuk merilis email email tersebut adalah : Al-Akhbar English ( Lebanon ), Al Masry Al Youm ( Mesir ), ARD ( Jerman ), Associated Press, L’Espresso ( Italia ), Owni ( Perancis ) dan Publico.es ( Spanyol ). ( Beberapa partner adalah mereka yang juga berpartner untuk merilis Telegram diplomatic AS ).

Ibrahim al-Amin pimpinan redaksi salah satu partner mereka, Al-Akhbar, mengatakan bahwa rilis untuk bersikap lebih kritis karena “sangat penting  untuk memastikan fakta mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di tanah Suriah.” Itulah sebabnya mengapa organisasi media berminat untuk berkolaborasi merilis hingga minggu minggu mendatang.

Assange tidak menghadiri konferensi pers, ia masih berada di kedutaan Ekuador di London sambil menunggu keputusan apakah Ekuador akan memberikan suaka politik kepadanya.

Di bulan April, Presiden Barrack Obama menanda tangani sebuah perintah executive yang memberlakukan sanksi kepada perusahaan, agen atau individu di Suriah atau Iran yang menggunakan teknologi digital yang dapat mengakibatkan “kesalah pahaman antar kedua pemerintahan”. Sebuah kritik utama mengenai perintah tersebut pada saat itu berasal dari organisasi hak asasi manusia adalah, seperti yang dilansir oleh Wall Street Journal, “langkah seperti itu hanya memiliki dampak kecil sebab tidak menargetkan pada perusahaan yang membuat atau menjual teknologi kepada pihak bermasalah.”

    “ Hal ini tampaknya menjadi tindakan fokus dan menghukum bagi Iran dan Syria, dibandingkan dengan  memandang lebih komprehensif pada bagaimana anda mencegah agar jenis teknologi ini tidak jatuh ke tangan para actor buruk pada umumnya,” kata Arvind Ganesan, direktur bisnis dan hak asasi manusia untuk kelompok penasihat Human Rights Watch.

   Mr. Ganesan menyarankan agar AS mewajibkan perusahaan untuk memiliki ijin jika mereka ingin menjual teknologi kepada negara negara yang mungkin akan mempergunakannya untuk menindak perbedaan pendapat.

Tergantung pada berapa banyak kepalsuan atau kemunafikan yang dapat terungkap di Syria Files, perdebatan antara organisasi hak asasi manusia tentang bagaimana mengatur penjualan teknologi kepada pemerintah sehingga hak hak dan kemerdekaan rakyat tidak dilanggar, mungkin dapat menghidupkan AS kembali.


Frontline Club Press Conference
***

Read More and watch the video: http://dissenter.firedoglake.com/2012/07/05/wikileaks-releases-the-syria-files/
« Last Edit: July 23, 2012, 11:05:50 AM by Green »
elvis