Author Topic: Bahasa Indonesia : Syrian doctor's pleas for help fell on deaf ears – WikiLeaks  (Read 1309 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline elvis

  • Moderator
  • *****
  • Posts: 45
  • Gender: Female
  • I Am Free
"This article has been translated by a volunteer translator. Neither WL  or The Official WikiLeaks Forum shall be held accountable for errors.  The reader is welcome to check him/herself the original source linked  below, and to comment if there is an error or misinterpretation. If an  error is identified we shall endevour to correct it"

Forum URL: http://www.wikileaks-forum.com/index.php/topic,12919.html
Original URL:  http://www.smh.com.au/opinion/political-news/syrian-doctors-pleas-for-help-fell-on-deaf-ears--wikileaks-20120712-21yz0.html

Syrian doctor's pleas for help fell on deaf ears – WikiLeaks
Permintaan tolong seorang dokter jatuh pada telinga telinga tuli - Wikileaks

July 13, 2012


Sebuah permohonan putus asa untuk suaka dari seorang dokter yang mencoba untuk melarikan diri dari kekerasan dan kemungkinan eksekusi di Suriah dan respon dari Birokrasi Kedutaan Australia kepadanya ada di antara lebih dari 2 juta email Syria Files yang diperoleh Wikileaks.

“Tolong saya, saya membutuhkan ……suaka kemanusiaan atau suaka politik……Intelijen Suriah ingin membunuh saya,” tertulis pada sebuah email dari seorang dokter Suriah kepada Kedutaan Australia di Jordan pada Mei tahun lalu.

The Herald telah memperoleh akses ke database Wikileaks  mengenai Pemerintah Suriah, email komersial dan pribadi dan telah mulai mencari bahan untuk infomasi yang signifikan sehubungan dengan konflik Suriah, dan keterlibatan Australia dengan masalah Timur Tengah.

Dikirim dari Hotmail, email dari seorang dokter Suriah ini memperlihatkan illustrasi dramatis seseorang dari tragedy kemanusiaan pada konflik selama 16 bulan di Suriah yang diperkirakan oleh para pengamat telah menelan korban lebih dari 16.500 jiwa.

“Saya seorang dokter….di sebuah rumah sakit di Homs Suriah. Intelijen Suriah ingin membunuh saya,” sebuah email dengan bahasa inggris yang tidak lancar.

Dokter tersebut menulis bahwa ia telah bergabung dalam protes terhadap rezim Presiden yang ditentang, Bashar Hafez al-Assad.

“Saya turun ke jalan bersama semua rakyat yang ingin menjatuhkan rezim Assad,” tulisnya.

Setelah saudaranya terbunuh oleh satuan pengamanan pemerintah, dokter tersebut kabur bersama istri dan keluarganya. Namun ia tidak bisa mendapatkan passport untuk dapat keluar negri sebab ia diinginkan oleh Intelijen Suriah.

Memerlukan waktu satu minggu bagi kedutaan Australia di Amman, Jordan untuk menjawab dengan email  resmi yang mengatakan bahwa setiap aplikasi bagi pengungsi dan visa kemanusiaan harus didata secara langsung di Amman.

Hal ini membuat sang dokter mengirim email lanjutan, memohon bantuan kembali.”mereka membunuh saudara saya, membakar rumah saya…..sebab saya tahu apa yang mereka lakukan di rumah sakit rumah sakit di Suriah dan saya menolak untuk ikut serta dalam melakukan pembunuhan revolusi para pemuda yang tidak menginginkan rezim Bashar al-Assad di Suriah…(mereka) mengambil semua dokumen saya dari rumah saya dan membakar rumah saya…..”

Kedutaan kemudian merujuk website Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan bagi sang dokter untuk mendapatkan informasi mengenai aplikasi visa. Ia menjawab akses ke website tersebut telah diblokir di Suriah.

Setelah email resmi berikutnya dari kedutaan, sang dokter kembali menegaskan tentang kondisinya : “Intelijen Suriah ingin membunuh saya sebab saya tidak mau membunuh satupun pemuda yang ada di rumah sakit yang tidak menginginkan rezim Assad.”

“Saya seorang buronan di sebuah tempat dan istri saya di tempat yang lain dan anak anak saya ( berada jauh dari saya ) lebih dari 24 hari, tolong bantu saya.”

Nasib sang dokter kemudian tidak diketahui lebih lanjut.

Dalam mengumumkan niatnya untuk secara progresif merilis email email Suriah, banyak dari figure politik Suriah, kementrian dan perusahaan perusahaan antara Agustus 2006 hingga Maret 2012, Wikileaks berharap bahwa dengan pembuatan dokumen dokumen ini dapat mengantarkan public kepada sebuah pemahaman yang luas mengenai konflik Suriah.

Kebanyakan database email dalam bahasa Arab dan beberapa bahasa lainnya, termasuk bahasa Rusia. Mencari, menterjemahkan dan memeriksa kembali lebih dari 2 juta email tentunya dibutuhkan waktu berbulan bulan.

Pendiri Wikileaks, Julian Assange, tengah berada di kedutaan Ekuador di London memohon suaka politik. Ia adalah subjek dari undang undang Ekstradisi untuk menghadapi tuduhan mengenai kekerasan sexual  di Swedia.

Ia berulang kali telah menyatakan bahwa ekstradisinya ke Swedia akan mempermudah ekstradisi utamanya ke USA untuk menghadapi tuntutan sehubungan dengan ratusan bahkan ribuan laporan rahasia diplomatic dan militer US yang dipublikasikan oleh Wikileaks.


Read more: http://www.smh.com.au/opinion/political-news/syrian-doctors-pleas-for-help-fell-on-deaf-ears--wikileaks-20120712-21yz0.html#ixzz20RycY52I
« Last Edit: August 10, 2012, 16:44:41 PM by elviraismoyo »
elvis